Teori Percampuran Warna Dasar - PojokGaul.com

PojokGaul.com

Blog Informasi gaul anak muda

Post Top Ad

Responsive Ads Here

9/17/2014

Teori Percampuran Warna Dasar

Baik desainer ataupun tidak, warna adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari warna pakaian yang dipilih hingga warna makanan yang Anda makan, semuanya memiliki pengaruh tersendiri yang dapat dinilai dari sisi bagus atau jelek. Oleh karena itu kenali teori warna dasar berikut ini untuk mengetahui kombinasi apa yang dipandang bagus oleh kebanyakan orang.

Mengenal Roda Warna Dasar


Hal paling pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui warna apa yang terlihat bagus adalah mengenal apa yang dimaksud dengan roda warna. Roda Warna atau popularnya disebut Color Wheel adalah lingkaran ilustratif yang dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai hubungan warna, dimulai dari warna primer, sekunder, dan tersier (ketiga).
Roda warna sendiri sangatlah banyak jenisnya, namun yang paling tradisional menggambarkan hubungan kombinasi 3 warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Tentunya dalam sebuah project desain dengan skala relatif besar, roda warna yang digunakan dapat sangat besar dan kompleks. Tapi tenang saja, karena teori warna yang kita bicarakan di sini adalah teori warna dasar yang tidak hanya dapat digunakan desainer namun juga orang-orang pada umumnya.
Singkatnya di roda warna dasar, 3 warna primer merah, kuning, biru, diletakkan membentuk segitiga. Kemudian warna sekunder adalah perpaduan antara setiap warna primer. Sebagai contoh, merah dan kuning akan membentuk orange, kemudian biru dan kuning membentuk hijau, biru dan merah membentuk violet. Setelah itu barulah warna tersier dibentuk dengan memadukan warna primer dan warna sekunder sebagaimana terlihat pada roda warna yang didapatkan dari brandigirlblog.com di atas.
Lalu bagaimana dengan warna hitam dan putih? Warna hitam dan putih sering disebut sebagai warna netral karena warna-warna ini adalah warna yang justru dipengaruhi oleh warna di sekitarnya bukan sebaliknya. Mereka dapat dikombinasikan ke warna apapun dan biasanya digunakan untuk warna latar belakang namun dalam implementasi tertentu dapat menciptakan eleganitas mereka sendiri. Ketahuilah bahwa warna abu, krem, dan coklat juga adalah warna netral.

Warna "Sejuk" dan Warna "Hangat"

Pembagian roda warna menjadi warna sejuk dan warna hangat
Setelah Anda mengetahui bagaimana roda warna dasar dibentuk maka hal selanjutnya yang mungkin perlu Anda ketahui adalah mengenai warna "sejuk" dan juga warna "hangat." Warna sejuk adalah perpaduan antara warna hijau, merah violet (ungu), dan juga biru, sedangkan warna hangat adalah perpaduan antara warna hijau kekuningan, merah, dan orange.
Perbedaan di antara kedua warna ini adalah bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang yang melihatnya. Warna sejuk dipandang sebagai warna yang tenang dan profesional, sedangkan warna hangat dipandang sebagai warna yang menggambarkan energi, passion, dan kebahagiaan. Inilah sebabnya mengapa warna yang lebih sering terlihat di dunia kerja kantoran adalah warna sejuk sedangkan warna hangat lebih baik digunakan untuk kepentingan kasual dan pribadi.

Skema Warna Tradisional

Skema warna tradisional seperti komplementer, analog, dan seterusnya
Penjelasan di atas hanyalah menjelaskan mengenai warna-warna dasar dan perpaduannya, tapi darimana kita tahu kombinasi warna mana yang bagus atau cocok digunakan? Di sinilah skema warna akan berperan. Sama seperti roda warna, skema warna juga dapat menjadi sangat kompleks namun yang akan kita lihat di sini adalah skema warna tradisional. Langsung saja kita simak berikut ini.

Warna Komplementer (Complementary Colors)

Dari roda warna di atas kita sudah dapat membayangkan bahwa posisi setiap warna itu pasti tidaklah mungkin berubah. Jika ada yang di atas, maka pasti ada yang berlawanan alias di bawahnya. Inilah yang dimaksud dengan warna komplementer, yakni warna yang letaknya berlawanan satu sama lain di roda warna.

Warna Komplementer Terbagi (Split Complementary Colors)

Jika warna komplementer hanya menggunakan 2 warna yang terletak satu berlawanan dengan yang lain, maka warna komplementer terbagi serupa dengan itu hanya saja ia menggunakan 3 warna. Ambil satu warna yang diinginkan, dan gunakan 2 warna yang letaknya berdampingan dengan warna komplementer si warna terkait.

Warna Analog (Analogous Colors)

Sering juga disebut sebagai warna senada, warna analog adalah 3 warna yang letaknya saling bersebelahan satu sama lainnya. Sebagai contoh mari katakan Anda memilih warna kuning, maka 2 warna selanjutnya yang akan digunakan dalam warna analog adalah kuning-hijau dan juga kuning-orange.

Warna Triadik (Triadic Colors)

Skema warna triadik adalah skema warna yang menggunakan 3 warna menyerupai bentuk segitiga teratur. Jadi jika Anda memilih 1 warna primer maka otomatis Anda akan langsung mendapatkan 2 warna primer lainnya yang jika dilihat bentuk posisinya adalah menyerupai segitiga.

Warna Persegi (Square Colors)

Skema warna persegi menggunakan 4 warna yang menyerupai bentuk segi empat teratur alias persegi. Dalam roda warna dasar, warna persegi dapat dibentuk dengan memilih 1 warna kemudian mengambil 1 warna lagi sesudah melewati 2 warna dan dilakukan lagi sebanyak 2 kali, sehingga Anda akan mendapatkan 4 warna yang posisinya membentuk persegi.

Warna Tetradik (Tetradic Colors)

Sebagaimana triadik menggunakan kata tri untuk melambangkan 3 maka Tetra melambangkan 4. Skema warna tetradik didapatkan dengan menggabungkan 2 pasangan warna komplementer. Pilihlah 2 warna kemudian ambil warna komplementer dari kedua warna pilihan tersebut dan Anda akan mendapatkan warna tetradik. Warna persegi masuk dalam kategori ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here